BPMP Provinsi Gelar Sosialisasi Advokasi Gerakan Transisi Paud - SD di Bartim
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, Sinar Borneonews - Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan Sosialisasikan Program Kurikulum Merdeka belajar terkait Advokasi gerakan transisi paud - SD yang menyanangkan kepada guru di Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Perwakilan BPMP Provinsi Kalteng, Jonro Batubara mengatakan, sosialisasi kepada guru Paud dan guru SD yang dilaksanakan di aula Dinas Pendidikan Bartim pada Selasa kemarin bertujuan agar para guru mengetahui bahwa anak yang masuk ke SD dari Paud tidak wajib harus bisa membaca, menulis maupun berhitung.
"Jadi tujuan kita mensosialisasikan Program Kurikulum Merdeka di tingkat paling rendah yakni PAUD sampai SD kelas 1 tidak diwajibkan bisa baca tulis dan berhitung, namun mendampingi dan menjelaskan apa yang ingin diketahui peserta didik," katanya.
Menurutnya, alasannya mengapa tidak diwajibkan itu karena pada usia tersebut adalah masa-masa bermain anak. Maka dari itu kita sosialisasikan kepada seluruh guru paud dan SD kelas satu di wilayah provinsi Kalteng ini.
"Kita sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan seperti ini di kabupaten kabupaten dan kota di Kalteng, hari ini di Barito Timur," ujarnya.
Program Kurikulum Merdeka ini menurut jonro akan di gunakan ke seluruh Indonesia pada tahun 2024 mendatang.
"Kita dari BPMP Provinsi sudah mengedarkan surat tentang Program Kurikulum Merdeka ke seluruh daerah di Kalteng, dan sampai saat ini akan selalu di evaluasi perkembangannya," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Sosialisasi itu dihadiri Kabid SD, Wanrawati, guru paud, guru SD dan undangan lainya. (red).
