Festival Nange Raren Resmi Dibuka, Sekda Bartim Dorong Pelestarian Budaya dan Kelestarian Sungai
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonees.com — Sungai Raren di Desa Bambulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur, menjadi panggung budaya dalam pelaksanaan Festival Nange Raren. Kegiatan yang mengangkat permainan rakyat, olahraga tradisional, serta pertunjukan seni tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku.
Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Camat Pematang Karau Setia Murni, Kepala Desa Bambulung Igo, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, panitia pelaksana, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Bambulung dan sekitarnya.
Festival Nange Raren tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Berbagai permainan rakyat, olahraga tradisional, dan pertunjukan seni digelar di atas maupun di sekitar aliran Sungai Raren.
Dalam sambutannya, Sekda Barito Timur Misnohartaku mengapresiasi kreativitas panitia, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyelenggarakan festival tersebut.
Menurutnya, Festival Nange Raren memiliki nilai penting karena menggabungkan unsur budaya, kebersamaan masyarakat, ekonomi kreatif, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Sungai Raren, kata dia, bukan sekadar aliran air, tetapi memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Desa Bambulung. Sungai tersebut menjadi bagian dari sejarah, sumber penghidupan, serta ruang sosial masyarakat sejak dahulu.
Karena itu, keberadaan Festival Nange Raren diharapkan dapat menjadi momentum untuk menjaga dan mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.
“Festival ini menjadi salah satu bentuk kreativitas masyarakat dalam menjaga budaya dan menghidupkan kembali permainan serta olahraga tradisional. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain aspek budaya dan hiburan, penyelenggara juga menaruh perhatian terhadap keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Peserta yang melakukan aktivitas di sungai diminta mematuhi arahan panitia dan menggunakan perlengkapan keselamatan perairan.
Sementara itu, masyarakat dan para penonton diimbau tetap berada di area yang aman serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang berada di sekitar sungai.
Festival Nange Raren diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi dapat berkembang menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat kebersamaan masyarakat, mendukung ekonomi kreatif, serta menjadi sarana promosi potensi Desa Bambulung dan Kecamatan Pematang Karau.
Dengan semangat pelestarian budaya dan lingkungan, masyarakat berharap Sungai Raren tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bambulung untuk generasi mendatang.