Pemkab Barito Selatan Tegaskan Pembangunan Terukur dan Berdampak di Musrenbang Kecamatan
0 menit baca
BUNTOK, sinarborneonews.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan yang terukur, realistis, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan hari kedua yang digelar di Kecamatan Jenamas dan Dusun Hilir.
Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri, menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan tahapan krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas perencanaan pembangunan. Melalui Musrenbang, pemerintah daerah dapat menyusun program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil warga di lapangan.
Eddy Raya menjelaskan, tahun 2027 akan menjadi tahun kedua pelaksanaan RPJMD Barito Selatan 2025–2029. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan fondasi hilirisasi berbasis sumber daya lokal guna mendukung ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan.
Namun demikian, pemerintah daerah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Untuk menyiasati kondisi tersebut, Pemkab Barito Selatan terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menjajaki sumber pendanaan alternatif, termasuk melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan tetap berpedoman pada prinsip money follows program, sehingga setiap alokasi anggaran difokuskan pada program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Barito Selatan yang sejahtera dan berdaya saing. (IST).