Hangatnya Silaturahmi Ramadan, Bingkisan Lebaran dari Wakil Bupati untuk Wartawan Bartim
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonewe.com - Suasana sederhana menyelimuti Rumah Jabatan Wakil Bupati Barito Timur pada Selasa 17 Maret 2026. Tidak ada kemegahan berlebih, namun kehangatan terasa begitu kuat saat sejumlah wartawan berkumpul dalam satu momen kebersamaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Di halaman rumah jabatan, bingkisan Lebaran diserahkan secara simbolis.
Bukan sekadar paket, melainkan tanda perhatian yang sarat makna. Dari keluarga Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, bingkisan itu menjadi jembatan silaturahmi dengan para insan pers yang selama ini setia menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Penyerahan dilakukan oleh Agustinus Bole Malo, yang mewakili Wakil Bupati. Dengan penuh kehangatan, ia menyampaikan pesan yang sederhana namun menyentuh. Ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan sekaligus doa menyambut hari kemenangan.
“Semoga ibadah yang dijalankan membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” ucapnya, menyampaikan pesan dari Wakil Bupati kepada para wartawan Muslim.
Bagi para jurnalis yang hadir, momen ini bukan hanya tentang menerima bingkisan. Lebih dari itu, ada rasa dihargai atas peran mereka dalam menyuarakan informasi, mengawal pembangunan, dan menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Di tengah dinamika kerja jurnalistik yang tak mengenal waktu, perhatian semacam ini menjadi pengingat bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dilandasi nilai kebersamaan.
Menariknya, perhatian tersebut tidak berhenti pada satu kelompok saja.
Agustinus menegaskan bahwa semangat yang dijaga adalah inklusivitas. Saat perayaan Natal tiba, bingkisan serupa juga diberikan kepada wartawan Nasrani. Sebuah bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang hidup di Barito Timur.
“Semangatnya adalah kebersamaan dan saling menghargai,” ujarnya.
Di daerah yang terus bertumbuh, peran pers memang tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan hanya pelapor peristiwa, tetapi juga bagian dari proses pembangunan—menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat.
Karena itu, jalinan hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan wartawan menjadi penting untuk terus dirawat.
Pagi itu, di tengah kesederhanaan acara, tawa ringan dan obrolan santai mengalir tanpa sekat. Bingkisan mungkin akan habis seiring waktu, tetapi makna kebersamaan yang terbangun akan tetap tinggal—menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita, ada hubungan manusia yang saling menguatkan. (Red).