BREAKING NEWS

Dinas PUPR Barsel Survei Ulang Harga Material dan Upah Imbas Kenaikan BBM



BUNTOK, sinarborneonews.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai berdampak pada sektor konstruksi di Kabupaten Barito Selatan. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Selatan kembali melakukan survei harga upah satuan dan bahan bangunan guna menyesuaikan perencanaan anggaran proyek infrastruktur.

Plt Kabid Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Barito Selatan, Agus Siswanto mengatakan, survei ulang dilakukan karena adanya perubahan harga material setelah kenaikan BBM.

“Sebelumnya kami telah melaksanakan survei harga upah satuan dan bahan pada Maret 2026 lalu. Namun karena terjadi perubahan harga akibat kenaikan BBM, maka survei kembali perlu dilakukan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurut Agus, meski harga di pasaran masih mengalami fluktuasi, pihaknya tetap berupaya menyajikan data harga terbaru sesuai kondisi di lapangan. 

Langkah tersebut dilakukan agar proses pengadaan barang dan jasa hingga tahap pelelangan proyek tidak mengalami hambatan.
“Kami ingin memastikan seluruh proyek tetap berjalan sesuai target, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi yang berkembang, khususnya dampak kenaikan harga BBM,” katanya.

Ia menjelaskan, kenaikan BBM berdampak langsung terhadap harga berbagai bahan bangunan seperti semen, pasir, batu, dan aspal. Selain itu, biaya operasional tenaga kerja juga ikut mengalami peningkatan.
Karena itu, survei dilakukan untuk memperoleh data riil yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) serta penyesuaian kontrak proyek agar pelaksanaan pembangunan tetap efektif tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.

Selain menjaga kelancaran pembangunan, survei ini juga bertujuan menciptakan keseimbangan antara kepentingan pemerintah dan penyedia jasa konstruksi.
“Dengan adanya data terbaru mengenai harga satuan upah dan bahan, diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan serta pelaksanaan proyek tetap transparan dan akuntabel,” jelasnya.

Agus menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan harga di lapangan secara berkala guna menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.(Red).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar