Sederhana,Kakanwil Yusi Abdhian Pakai Sepatu Brand Lokal Ketika Kunjungan ke Barito Timur
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, Bermula dari arsip video, mengenai kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah,HM Yusi Abdhian ke Barito Timur, pada Senin 12 Oktober 2026.
Perhatian Kami tak lepas dari sepatu yang dikenakan Bapak Kakanwil Yusi ini.
Karena memang sebagai Humas, membutuhkan jenis sepatu yang efektif untuk kerja, kerja, kerja di lapangan, begitulah kami.
Bukan sejenis sepatu mengkilap milik ASN yang rutinitasnya lebih condong berada dalam ruangan.
Kami pun mencari-cari model sepatu apa yang digunakan Kakanwil, sekaligus di antara sepatu Kepala Bidang dan Kakankemenag yang mendampinginya.
Dalam arsip kegiatan tersebut, jika dilihat lebih dekat, sepatu sneakers yang dikenakan Yusi Abdhian di gedung Mantawara, Madrasah Aliyah Negeri Barito Timur dan KUA kecamatan Paku adalah koleksi dari GETZKE FOOTWEAR, yaitu brand sepatu lokal asal Serang Banten, yang dirintis oleh Zam Zam Riyadi untuk memunculkan kesadaran, pada remaja-remaja Indonesia agar bangga menggunakan produk lokal.
Koleksi GETZKE FOOTWEAR yang dikenakan Kakanwil Kemenag Kalteng ternyata adalah koleksi yang cukup murah yaitu seharga Rp250 ribuan.
Tak hanya Yusi Abdhian, sepatu Kakankemenag Barito Timur,H.Khairani juga ikut memantik rasa ingin tahu. Meski kompak mengenakan kemeja putih dan celana hitam serta peci hitam, mungkin saja harga sepatu yang dipakai Khairani jauh berbeda.
Khairani terlihat mengenakan sepatu sneakers dari MOBATIC, sama-sama brand lokal.Harga sepatu yang dikenakan Khairani, kurang lebih sama dari harga sneakers yang dikenakan Yusi Abdhian, yaitu sekitar Rp250 ribuan.
Terkait kesamaan ini, kami lalu jadi penasaran, berapa sih harga harga sepatu yang dipakai Kepala Bidang Bimas Islam,H.Hamidan, saat mendampingi Kakanwil Kemenag Kalteng kunjungan kerja ke Barito Timur.
Usut punya usut, sepatu berwarna hitam yang dikenakan Hamidan adalah merek VOLO dari Matahari. Ternyata, harga sepatu yang dipakai Kabid Bimas Islam itu hanya dibanderol sekitar Rp250 ribuan pula.
Ini bukan drama yang dirancang guna menemukan kecocokan.Ketiga produk tersebut, berada di kisaran harga yang sama-sama ramah di kantong.
Jika merujuk pada figur-figur pelopor hidup sederhana di Indonesia, maka akan mengingatkan pada mantan Wakil Presiden Bung Hatta, yang konon tak sempat membeli sepatu merek Bally hingga akhir hayatnya. Bukan karena tidak mampu,tapi beliau tidak mau memakai uang negara buat beli barang mewah.
Disinilah kita tahu sikap sederhana yang ditampakkan oleh Yusi Abdhian,Hamidhan dan Khairani itu bukan pencitraan, melainkan sebuah pilihan sadar dan prinsip untuk lebih fokus pada kualitas diri, kejujuran, kedamaian batin, dan tidak bergaya sosialita demi eksistensi.
(*)