Membawa Mimpi dari Barito Timur: Perjalanan Asa Arya Sudarman Menuju LPDP dan Misi Membangun Kalimantan Tengah Lewat Teknologi
0 menit baca
Jakarta, sinarborneonews.com - Di tengah ratusan penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Tahun 2026 yang berkumpul di Asrama Haji Jakarta Timur, ada satu sosok yang membawa nama Kalimantan Tengah seorang diri.
Ia adalah Asa Arya Sudarman, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Barito Timur yang berhasil mewujudkan impiannya melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia.
Bagi Asa, keberhasilan menjadi awardee LPDP bukan sekadar pencapaian pribadi. Lebih dari itu, ia memandang kesempatan tersebut sebagai amanah untuk kembali membangun daerah melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
ASN yang bertugas di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Kabupaten Barito Timur pada Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) itu akan menempuh pendidikan pada Program Studi Magister Teknik Elektro dengan peminatan Telekomunikasi dan Sistem Nirkabel Cerdas di Universitas Indonesia.
Pilihan bidang studi tersebut lahir dari kebutuhan yang semakin nyata di era transformasi digital. Menurut Asa, kemajuan teknologi komunikasi akan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok.
Keinginan untuk terus berkembang sebenarnya telah lama menjadi bagian dari perjalanan Asa. Di luar aktivitasnya sebagai ASN, ia aktif dalam Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE), organisasi profesi internasional terbesar di dunia yang bergerak di bidang teknologi dan rekayasa. Melalui IEEE Indonesia Section, ia berkontribusi pada bidang Internet of Things (IoT) dan Student Activities Committee yang menghubungkan mahasiswa, akademisi, serta praktisi teknologi dalam berbagai kegiatan berskala internasional.
Kesempatan memperluas wawasan itu berlanjut ketika Asa mengikuti Program Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 278 yang diselenggarakan pada 13–18 Juli 2026 di Asrama Haji Jakarta Timur.
Di antara 236 awardee dari seluruh Indonesia, Asa menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Provinsi Kalimantan Tengah. Momen tersebut dimanfaatkannya untuk memperkenalkan daerah asal sekaligus menyampaikan harapan agar semakin banyak putra-putri Kalimantan Tengah memperoleh kesempatan meraih Beasiswa LPDP pada masa mendatang.
Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Asa juga berkesempatan berdialog langsung dengan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Jodi Mahardi Agung, serta jajaran Direksi LPDP, yakni Direktur Fasilitasi Riset Ayom Widipaminto, Direktur Investasi Muhammad Oriza, dan Direktur Beasiswa Dwi Larso.
Baginya, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
"Saya berharap semakin banyak generasi muda Kalimantan Tengah yang berani bermimpi, melanjutkan pendidikan tinggi, dan menjadi bagian dari keluarga besar LPDP sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing global," ungkap Asa.
Tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai peserta, Asa juga memperoleh kepercayaan menjadi moderator dalam sesi Sosialisasi Budaya Antikorupsi pada hari ketiga Program Persiapan Keberangkatan. Dalam kesempatan itu, ia mendampingi Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Research & Technology Transfer BINUS University sekaligus Profesor Psikologi Sosial, sebagai narasumber.
Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang ditunjukkannya selama mengikuti program.
Menariknya, perjalanan Asa di Jakarta tidak hanya membawa semangat akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Kalimantan Tengah. Pada malam penutupan Program Persiapan Keberangkatan, Jumat (17/7/2026), ia mengenakan busana karya desainer daerah Aboza by Anto Namiabdi yang memadukan motif Batik Kalimantan Tengah dengan ornamen Bulu Burung Enggang.
Bagi masyarakat Dayak, burung enggang merupakan simbol kehormatan, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat menjaga warisan leluhur.
Melalui busana tersebut, Asa ingin menunjukkan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghilangkan jati diri budaya. Keduanya justru dapat berjalan beriringan.
Perjalanan Asa dari Barito Timur menuju Universitas Indonesia menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari daerah. Pendidikan, menurutnya, bukan sekadar jalan meraih gelar, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan perubahan yang nyata.
Sepulang dari bangku kuliah nanti, ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mempercepat transformasi digital di Kalimantan Tengah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Pendidikan merupakan dasar dari arah kehidupan dan arah perubahan menjadi sesuatu yang lebih baik. Melalui pendidikan, kita dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul untuk mewujudkan Kalimantan Tengah sebagai Smart Province yang maju, inovatif, dan berdaya saing global," tutup Asa Arya Sudarman.
Perjalanan ini mungkin baru awal. Namun bagi Asa, setiap langkah yang ditempuh hari ini adalah bagian dari ikhtiar panjang untuk membawa manfaat bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia.(Red).