LKPJ 2025 Barito Timur Soroti Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Capaian Pembangunan
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonews.com- Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar pada Rabu, 25 Maret 2026. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati M. Yamin di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi 1948, seraya berharap momentum tersebut membawa keberkahan dan semangat baru bagi masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa LKPJ 2025 disusun sesuai ketentuan pemerintah, sebagai bentuk laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun. Laporan ini juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana pembangunan daerah serta dasar perbaikan di masa mendatang.
Mengusung tema pembangunan “Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Investasi dan Infrastruktur,”.
Pemerintah daerah memfokuskan program pada penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan, dan peternakan.
Secara umum, capaian pembangunan tahun 2025 dinilai cukup positif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3,9 persen, angka kemiskinan menurun menjadi 6,1 persen, dan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,15 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,5 poin, dengan tingkat ketimpangan (gini rasio) berada di angka 0,318.
Berbagai program prioritas juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di sektor kesehatan, pembangunan RSUD Tipe B mulai berjalan, serta layanan kunjungan rumah bagi lansia telah menjangkau seluruh desa. Di bidang infrastruktur, program satu desa satu WiFi telah melampaui target, disertai peningkatan akses perpustakaan digital dan air bersih di pedesaan.
Pada sektor kesejahteraan masyarakat, program pelatihan tenaga kerja, beasiswa pendidikan, dan bedah rumah berjalan sesuai rencana. Upaya penurunan stunting juga mencatat hasil signifikan, melampaui target yang ditetapkan.
Dari sisi prestasi, Kabupaten Barito Timur berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, serta penghargaan atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan di tingkat provinsi.
Sementara itu, realisasi pendapatan daerah mencapai lebih dari Rp1,349 triliun atau 103 persen dari target, dengan penyerapan belanja sebesar 91,48 persen. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat sekitar Rp163,93 miliar.
Di akhir penyampaiannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pemerintahan dan penyusunan laporan, serta menegaskan komitmen untuk terus melakukan perbaikan ke depan. (Red).