Karhutla Bartim Meningkat Tajam, Bupati Yamin Perkuat Sinergi Bersama TNI dan Seluruh Elemen
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonewe.com– Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim) memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, dunia usaha, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga kelompok relawan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Barito Timur M. Yamin dalam sambutannya pada Sosialisasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) oleh Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) yang digelar di Aula Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Selasa (15/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati M. Yamin menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dari Mabes TNI AD di Barito Timur. Menurutnya, kedatangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dan pimpinan TNI terhadap kondisi karhutla yang tengah dihadapi masyarakat.
“Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua di Barito Timur,” ujar M. Yamin dalam sambutannya.
Bupati mengungkapkan, berdasarkan data resmi Sistem Informasi Pengelolaan Data (SIPD) BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur per 14 September 2026, sejak 21 Februari 2026 telah tercatat 465 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 667,9 hektare.
Kondisi tersebut mengalami peningkatan yang sangat tajam pada Agustus 2026. Dibandingkan Juli, jumlah kejadian karhutla pada Agustus meningkat lebih dari 800 persen.
Tiga kecamatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni Paju Epat sebanyak 100 kejadian, Pematang Karau 93 kejadian, dan Karusen Janang 82 kejadian. Ketiganya menyumbang sekitar 61 persen dari seluruh kejadian karhutla di Kabupaten Barito Timur.
“Ketiga wilayah ini tetap menjadi prioritas penanganan kita ke depan,” tegasnya.
Dampak Kabut Asap Mulai Dirasakan Masyarakat.
Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, karhutla juga memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Hingga saat ini tercatat 212 kejadian wabah penyakit dengan 1.360 jiwa terdampak, yang sebagian besar berupa gangguan saluran pernapasan akibat paparan kabut asap berkepanjangan.
Kondisi kualitas udara juga sempat berada pada level mengkhawatirkan. Rata-rata Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) selama tujuh hari terakhir tercatat 202,0 atau kategori Sangat Tidak Sehat. Bahkan, titik terburuk mencapai angka 544 atau kategori Berbahaya yang terjadi di Desa Telang, Kecamatan Paju Epat, pada 6 September 2026.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Barito Timur juga telah menyalurkan 13.200 liter bantuan distribusi air bersih kepada 252 kepala keluarga yang terdampak kekeringan, terutama di Kecamatan Dusun Tengah.
Bupati mengapresiasi kerja keras jajaran BPBD Damkar bersama 139 personel serta 39 kelompok relawan MPA dan REDKAR yang terus bergerak menangani kejadian karhutla di lapangan.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan yang perlu diperbaiki, khususnya terkait pemerataan kelompok relawan.
Beberapa wilayah dengan jumlah kejadian karhutla tinggi, seperti Karusen Janang dan Paku, dinilai masih membutuhkan dukungan kelompok relawan yang lebih memadai.
Ajak Semua Elemen Perkuat Pencegahan
Melalui sosialisasi yang digelar Mabes TNI AD tersebut, M. Yamin berharap seluruh unsur dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.
Ia mengajak TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, pelaku usaha pertambangan dan perkebunan, hingga masyarakat di tingkat desa untuk memperkuat sinergi.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh unsur dapat memperkuat sinergi, pengetahuan, dan keterampilan dalam pencegahan maupun penanganan karhutla, sehingga kejadian serupa dapat kita cegah sedini mungkin pada musim-musim mendatang,” katanya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya semangat Isen Mulang, filosofi masyarakat Kalimantan Tengah yang bermakna pantang mundur menghadapi tantangan.
Semangat tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi bencana karhutla.
“Dipadukan dengan semangat Huma Betang, rumah panjang yang menyatukan kita tanpa memandang latar belakang, saya yakin Barito Timur akan mampu melalui masa sulit ini dan tumbuh menjadi lebih tangguh ke depannya,” ungkapnya.
Kepada perusahaan pertambangan dan perkebunan yang beroperasi di Barito Timur, Bupati juga meminta agar tanggung jawab sosial dan lingkungan terus diperkuat, terutama dalam mendukung sarana dan prasarana pencegahan karhutla di wilayah operasional masing-masing.
Ia menegaskan, penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas di lapangan, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“TNI dan rakyat bersatu dan berjalan, cegah karhutla, jaga negeri ini,” demikian pesan yang disampaikan Bupati melalui pantun penutup sambutannya.(Red)