PWI Barito Timur dan Bawaslu Perkuat Sinergi Kawal Demokrasi dan Pengawasan Partisipatif
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonews.com. – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Timur menerima kunjungan jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Barito Timur di Sekretariat PWI, Tamiang Layang, Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara insan pers dan lembaga pengawas pemilu dalam mengawal demokrasi yang sehat, transparan, dan berkualitas.
Dalam kunjungan itu, Anggota Bawaslu Barito Timur, Fajarul Hayat dan Ahmad Saufi, didampingi sejumlah staf. Mereka menyampaikan komitmen Bawaslu untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi wartawan, guna memperkuat pengawasan partisipatif menjelang pelaksanaan pemilu dan pemilihan mendatang.
Fajarul Hayat menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pengawasan pemilu.
“Pengawasan partisipatif merupakan upaya kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjadi mata dan telinga Bawaslu dalam mengawasi setiap tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan media massa sangat diperlukan untuk menyebarluaskan informasi kepemiluan yang benar, berimbang, dan edukatif, sekaligus menangkal penyebaran hoaks maupun disinformasi yang kerap muncul menjelang dan selama tahapan pemilu berlangsung.
“Kami berharap kemitraan dengan PWI dapat memperluas jangkauan informasi kepemiluan kepada masyarakat. Pers memiliki peran penting dalam menjaga ruang publik tetap sehat dari informasi yang menyesatkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Barito Timur, Agustinus Bole Malo, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan PWI untuk mendukung upaya penguatan demokrasi melalui karya jurnalistik yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.
“Kami mengapresiasi inisiatif Bawaslu dalam membangun kerja sama dengan PWI. Pada prinsipnya, PWI siap mendukung pengawasan partisipatif karena pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers,” ujarnya.
Agustinus menambahkan, pers memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menghadirkan informasi yang telah terverifikasi, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, khususnya pada momentum politik yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang sehat dan terpercaya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun disinformasi yang dapat mengganggu kualitas demokrasi,” katanya.
Ia juga berharap sinergi antara Bawaslu dan PWI tidak hanya terjalin pada saat tahapan pemilu, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai program edukasi publik yang bertujuan meningkatkan literasi demokrasi masyarakat.
“PWI siap bersinergi dengan Bawaslu secara berkelanjutan, baik dalam pengawasan partisipatif maupun kegiatan edukasi publik. Dengan kolaborasi yang kuat, kualitas demokrasi di Barito Timur diharapkan terus meningkat dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (Red)