Ketulusan yang Berbuah Penghargaan: Poskamling RT 21 Tamiang dan Cerita di Balik Juara 2 Lomba Poskamling HUT Bhayangkara ke -80
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonews.com - Malam perlahan turun di Tamiang Layang. Di sudut sebuah lingkungan kecil di RT 21, Kelurahan Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, cahaya lampu dari sebuah bangunan sederhana tetap menyala.
Di tempat itulah warga bergantian menjaga keamanan, berbagi cerita, dan memastikan lingkungan mereka tetap aman.
Bangunan berukuran sekitar 3 x 4 meter itu mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi warga RT 21, Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.
Ia bukan sekadar tempat berjaga ketika malam tiba, tetapi menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.
Dari tempat sederhana itulah sebuah kebanggaan lahir. RT 21 berhasil meraih Juara II Lomba Poskamling Tingkat Kabupaten Barito Timur dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80.
Penghargaan tersebut bukan diraih karena kemewahan fasilitas, melainkan karena kekuatan kebersamaan warganya.
Di tengah persaingan dengan ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Barito Timur, RT 21 mampu membuktikan bahwa lingkungan yang aman berawal dari kepedulian masyarakatnya sendiri.
Berawal dari Semangat Warga
Keberhasilan itu tidak datang dalam satu malam. Beberapa pekan sebelum penilaian, warga RT 21 mulai bergerak bersama.
Ada yang membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas Poskamling, melengkapi administrasi, hingga kembali menghidupkan jadwal ronda malam.
Tidak ada perintah yang memaksa. Tidak ada imbalan yang dijanjikan. Semua dilakukan karena kesadaran bahwa keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Semangat itulah yang kemudian menjadi kekuatan utama RT 21.
Poskamling yang sebelumnya hanya menjadi tempat berkumpul saat ronda, kini berkembang menjadi fasilitas yang memberikan manfaat lebih luas.
Melalui swadaya masyarakat, warga menghadirkan akses Wi-Fi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi.
Tidak hanya itu, untuk memperkuat keamanan, warga juga memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis, termasuk area Poskamling.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat RT 21 mampu memadukan nilai gotong royong dengan inovasi mengikuti perkembangan zaman.
Sosok Penggerak di Balik Kekompakan
Di balik keberhasilan tersebut, ada sosok Ketua RT 21, Lody, yang terus mendorong warganya untuk bergerak bersama.
Namun bagi dirinya, penghargaan yang diraih bukanlah keberhasilan pribadi.
"Terus terang saya tidak menyangka RT 21 bisa meraih Juara II. Mengingat di Kabupaten Barito Timur terdapat sekitar 100 desa dan 3 kelurahan yang masing-masing juga memiliki Poskamling, tentu persaingannya sangat ketat. Alhamdulillah, berkat kekompakan dan kerja sama warga, kami bisa memperoleh prestasi ini. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat RT 21," ujar Lody, saat menerima piagam penghargaan, Selasa 7 Juli 2026.
Bagi Lody, Poskamling harus terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ke depan kami ingin Poskamling RT 21 menjadi lebih baik lagi. Kami akan terus menjaga kekompakan, meningkatkan kegiatan ronda malam, melengkapi fasilitas yang ada, serta mengajak seluruh warga agar semakin peduli terhadap keamanan lingkungan. Semoga ke depan kami bisa memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat," tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolres Barito Timur, AKBP Edy Santoso, S.I.K., memberikan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada RT 21. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolsek Dusun Timur, Ipda Sulkhan Sururi, selaku Pembina Poskamling, didampingi Bhabinkamtibmas Tamiang Layang, Brigpol Deden
Ipda Sulkhan Sururi menjelaskan, penilaian dalam Lomba Poskamling dilakukan secara menyeluruh. Tim tidak hanya melihat kondisi fisik Poskamling, tetapi juga bagaimana keberadaan pos tersebut benar-benar berjalan dan melibatkan masyarakat.
"Penilaian lomba meliputi berbagai aspek, di antaranya keaktifan warga dalam melaksanakan ronda malam, kelengkapan petugas jaga, administrasi Poskamling, kegiatan patroli lingkungan, sarana dan prasarana pendukung, kebersihan, kerapian, serta inovasi yang dilakukan oleh masing-masing Poskamling. Semua aspek tersebut menjadi bagian dari penilaian untuk melihat sejauh mana Poskamling benar-benar berfungsi di tengah masyarakat," jelas Ipda Sulkhan Sururi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., dalam rangka menghidupkan kembali budaya siskamling dan memperkuat kemitraan antara Polri dengan masyarakat.
"Lomba ini juga merupakan perintah langsung dari Bapak Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., untuk mengaktifkan kembali semangat siskamling di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif," pungkasnya.
Lebih dari Sekadar Penghargaan
Bagi warga RT 21, keberhasilan ini bukan hanya tentang sebuah piagam penghargaan atau uang pembinaan.
Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah lingkungan dapat berubah ketika masyarakatnya memiliki kepedulian yang sama.
Salah seorang warga RT 21, yang enggan disebutkan namanya menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sosok Lody yang mampu merangkul masyarakat.
"Pak Lody memang layak menjadi Ketua RT. Beliau dekat dengan warga, mudah diajak berdiskusi, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. Kalau ada kegiatan, beliau tidak hanya memberi arahan, tetapi ikut bekerja bersama warga. Bahkan beliau juga memiliki gagasan menghadirkan Wi-Fi dan memasang CCTV untuk kepentingan bersama. Itulah yang membuat kami kompak dan semangat," tuturnya.
Kini, Poskamling RT 21 berdiri bukan hanya sebagai tempat berjaga. Ia menjadi saksi bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
Dari sebuah pos kecil di sudut Tamiang Layang, warga RT 21 mengajarkan satu hal sederhana, bahwa keamanan bukan hanya tercipta karena adanya aturan, tetapi karena adanya rasa memiliki.
Dan ketika warga bergerak bersama, sebuah lingkungan kecil pun mampu menorehkan prestasi besar. (B).