BREAKING NEWS

Ikhtiar Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Barito Timur Gelar Salat Istisqa


TAMIANG LAYANG, sinar borneonews.com– Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak pada ketersediaan air dan meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Barito Timur, Selasa (8/9/2026).

Salat Istisqa menjadi salah satu ikhtiar spiritual pemerintah daerah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera diturunkan hujan, sekaligus menjadi momentum memperkuat kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan dan ancaman karhutla.

Salat tersebut dipimpin Imam H. Ahmad Gazali, Bilal Muhammad Misrani, dan Khatib H. Khairani. Kegiatan turut dihadiri Bupati Barito Timur M. Yamin, Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, pihak TNI Polri, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

Kemarau yang telah berlangsung lebih dari dua bulan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Berkurangnya ketersediaan air, munculnya kabut asap, serta meningkatnya potensi karhutla menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.

Pemerintah Kabupaten Barito Timur pun terus melakukan berbagai langkah untuk menghadapi kondisi tersebut. Selain mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, pemerintah juga melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk melalui modifikasi cuaca.

Hujan yang sempat turun di sejumlah wilayah sehari sebelumnya menjadi angin segar di tengah kondisi kemarau. Turunnya hujan tersebut diharapkan menjadi awal membaiknya kondisi cuaca dan dapat kembali terjadi secara merata di wilayah Barito Timur.

Melalui Salat Istisqa, pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya memperkuat doa, tetapi juga meningkatkan ikhtiar dalam menjaga lingkungan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan serta turut mencegah dan melaporkan potensi terjadinya karhutla.

Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat berharap hujan segera turun secara merata sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera dikendalikan, kabut asap berkurang, serta ketersediaan air bersih bagi masyarakat kembali normal.

Salat Istisqa menjadi pengingat bahwa menghadapi kemarau panjang dan ancaman karhutla bukan hanya persoalan pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh masyarakat. (Red).
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar