PWI Bartim Berangkatkan Sejumlah Wartawan Ikuti OKK dan UKW di Muara Teweh
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, Pagi itu, suasana di Barito Timur terasa berbeda. Sejumlah wartawan tampak bersiap meninggalkan daerah menuju Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Bukan untuk meliput peristiwa besar atau mengejar berita hangat, melainkan menjalani sebuah proses penting dalam perjalanan profesi mereka sebagai insan pers.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Barito Timur memberangkatkan sejumlah wartawan untuk mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar pada 19–22 Mei 2026.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas, integritas, dan profesionalisme wartawan di daerah.
Ketua PWI Barito Timur, Agustinus Bole Malo, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas wartawan merupakan kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi saat ini.
Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut cepat menyampaikan berita, tetapi juga harus memahami etika, tanggung jawab moral, dan aturan profesi.
“PWI Barito Timur mengirim wartawan untuk mengikuti OKK dan UKW agar mereka semakin memahami etika jurnalistik, aturan organisasi, serta meningkatkan kemampuan profesional dalam menjalankan tugas sebagai insan pers,” ujarnya saat melepas keberangkatan peserta, Senin, 18 Mei 2026.
Bagi wartawan, OKK bukan sekadar kegiatan formal organisasi. Di dalamnya terdapat pembekalan mendasar mengenai dunia jurnalistik dan kehidupan berorganisasi di tubuh PWI. Peserta akan mempelajari kode etik jurnalistik, Undang-Undang Pers, sejarah organisasi, hingga pemahaman tentang independensi dan tanggung jawab sosial media.
Menurut Bole Malo, orientasi tersebut menjadi fondasi penting sebelum seseorang resmi menjadi anggota PWI.
“Melalui OKK, wartawan dibekali pemahaman tentang etika, integritas, independensi pers, termasuk bagaimana menjalankan profesi secara profesional dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Tak hanya itu, satu anggota PWI Barito Timur juga akan mengikuti UKW tingkat Madya. Uji kompetensi tersebut menjadi tahapan penting untuk mengukur kemampuan wartawan sesuai standar profesi yang ditetapkan Dewan Pers dan PWI.
UKW sendiri terdiri atas tiga jenjang, yakni muda, madya, dan utama. Setiap tingkatan memiliki standar penilaian berbeda, mulai dari kemampuan dasar jurnalistik hingga kapasitas pengelolaan redaksi dan pengambilan keputusan editorial.
Bagi para peserta, perjalanan menuju Muara Teweh bukan sekadar menghadiri pelatihan. Ada harapan besar yang ikut dibawa: menjadi wartawan yang lebih profesional, kredibel, dan mampu menghadirkan informasi berkualitas bagi masyarakat.
Sebelum rombongan berangkat, Bole Malo berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik daerah dan organisasi selama mengikuti kegiatan. Ia menekankan pentingnya disiplin, sikap profesional, serta kesungguhan dalam menyerap ilmu yang diberikan.
“Saya berharap seluruh peserta menjaga perilaku, disiplin dan mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Serap ilmu sebanyak mungkin, karena ini kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme sebagai wartawan,” tegasnya.
Di tengah tantangan dunia pers yang terus berkembang, langkah kecil dari Barito Timur itu menjadi gambaran bahwa profesionalisme wartawan tetap harus dirawat. Sebab di balik setiap berita yang dibaca masyarakat, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kebenaran, kepercayaan, dan marwah pers itu sendiri.
Menutup keterangannya, Bole Malo menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra kerja yang telah memberikan dukungan terhadap keberangkatan para wartawan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra kerja yang telah mendukung kegiatan ini. Dukungan tersebut sangat berarti bagi peningkatan kapasitas wartawan di Barito Timur agar semakin profesional, kredibel dan mampu menghadirkan informasi yang berkualitas kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red).