Rutan Tamiang Layang Gandeng Dinas Perikanan-Peternakan Bartim, Dorong Warga Binaan Lebih Produktif
0 menit baca
TAMIANG LAYANG, sinarborneonews.com– Pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang terus diarahkan agar tidak berhenti di balik tembok penjara. Warga binaan didorong memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur dalam mendukung program ketahanan pangan.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan di Aula Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Kamis (17/9/2026).
Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Agung Novarianto mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk mengembangkan kegiatan produktif di lingkungan Rutan sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan.
“Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Agung.
Dalam kerja sama tersebut, Rutan Tamiang Layang bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Bartim akan mendorong pemanfaatan lahan produktif serta pengembangan kegiatan di sektor perikanan dan peternakan.
Program ini diharapkan mampu menciptakan aktivitas yang produktif bagi warga binaan. Mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberi kesempatan untuk belajar, bekerja, dan mengembangkan keterampilan.
Bagi Rutan, pembinaan semacam ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah bebas.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Noveta Wijantri, hadir bersama jajaran dalam kegiatan penandatanganan PKS tersebut.
Kolaborasi lintas instansi ini sekaligus membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan ketahanan pangan di lingkungan Rutan, mulai dari budidaya perikanan, peternakan hingga pemanfaatan lahan yang tersedia.
Setelah penandatanganan PKS, kedua pihak akan menindaklanjuti kerja sama melalui program dan kegiatan nyata sesuai potensi yang dimiliki.
Dengan demikian, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan kegiatan produktif yang memberi manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Barito Timur.
Dari lingkungan Rutan, pembinaan kemandirian pun diharapkan menjadi jalan bagi warga binaan untuk menyiapkan kehidupan baru—dengan keterampilan, pengalaman, dan kemampuan untuk kembali produktif di tengah masyarakat.(*)